"KPK menemukan dua alat bukti untuk satu orang tersangka yaitu MSY (Muhammad Syakir), Direktur PT SI Inospec Perwakilan Indonesia," kata Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati saat jumpa pers, di kantornya, Jakarta, Senin (5/10).
Willy telah divonis tiga tahun bui sementara Suroso dituntut tujuh tahun penjara. Dalam amar putusan Willy, dijelaskan suap bermula ketika Willy ingin Suroso menyetujui The Associated Octel Cimoany Limited (Octel) melalui PT SI menjadi pemasok bensin bertimbal untuk Pertamina. Bensin tersebut digunakan untuk kebutuhan kilang-kilang milik PT Pertamina (Persero) periode bulan Desember 2004 dan tahun 2005.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Willy memerintahkan Syakir menyampaikan kepada Miltos Papachristos (Regional Sales Director Octel) terkait aksinya untuk memperlambat proses penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Negara Kelestarian Lingkungan Hidup, dan Menteri Keuangan terkait program tersebut.
Lihat juga:Penyuap Bos Pertamina Divonis Tiga Tahun Bui |
Alhasil, Willy menego Suroso. Akhirnya, PT Pertamina menurunkan harga menjadi US$ 9.250 per metrik ton untuk PT SI. Namun, PT SI selaku agen dari Octel menolak untuk menurunkan harga yang diminta PT Pertamina. Harga tersebut sama dengan harga yang ditawar TDS Chemical. Octel pun tetap meminta Pertamina untuk membayar dengan harga awal yakni US$ 9.975.
Pada November 2004, Willy bertemu Suroso dan meminta pengiriman bensin dengan timbal sejumlah 450 metrik ton dengan harga US$ 11 ribu per metrik ton untuk pesanan yang diterima seblum akhir tahun 2004.
Terkait perpanjangan, Suroso membuat memo dengan terkait harga pembelian TEL atau bensin dengan timbal senilai US$ 9.975 per metrik ton dengan total pembelian 455,20 metrik ton pada tanggal 17 Desember 2004.
Atas memo Suroso, Direksi PT Pertamina menyetujui proses pengadaan TEL. Setelah kesepakatan, harga melonjak menjadi US$ 10.750 metrik ton dengan kuota pembelian 446,4 meterik ton. Total duit pembelian bensin yakni US$ 4,7 juta. Willy juga disebut menerima komisi enam persen dari total penjualan US$ 276,5 ribu dan komisi US$ 300 ribu.
Untuk memenuhi kebutuhan TEL di kilang Pertamina, Octel menjadi pemasok TEL yang disetujui Suroso dengan rincian US$ 10.750 per metrik ton untuk total 307 metrik ton sesuai memo tanggal 17 Februari 2005. Selain itu, perusahaan tersebut juga menjadi pemasok sebanyak 287 metrik ton dengan harga US$ 10.750 dengan total 286 metrik ton melalui memo pembayaran tanggal 6 April 2005.
Pada pembelian selanjutnya pada tanggal 20 April 2005, Pertamina membeli 704 metrik ton TEL seharga US$ 7.568 per metrik ton. Kemudian, Pertamina membeli kembali TEL melalui PT SI kepadna Octel sebanyak 1.224 metrik ton dengan harga satuan US$ 10.750. Terakhir, pembelian sebanyak 1.332,59 metrik ton senilai US$ 14.325 pada 5 September 2005. (sip)