"Dari segi geografis, kesulitannya banyak. Wilayah pegunungan dan lokasi ditemukannya agak terjal dan sulit, karena itu hutan yang belum pernah terjamah," kata Aminnudin kepada CNN Indonesia, Selasa (6/10).
"Kondisi pesawat sudah terbakar, pun jenazah. Jadi akan langsung dibawa ke Makassar. Keluarga korban semua menunggu di Makassar," kata Aminnudin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Kepala Basarnas FHB Soelistyo yang saat ini sudah tiba di Luwu dan tengah menuju lokasi penemuan.
General Manager Komersial dan Bisnis Development PT Aviastar Mandiri, Petrus Budi Prasetyo, mengatakan selalu memberikan informasi kepada keluarga korban mengenai keseluruhan proses evakuasi.
Manajemen Aviastar juga telah mempersiapkan seluruh akomodasi keluarga berupa transportasi, penginapan, termasuk kompensasi yang harus diberikan sesuai aturan yang berlaku.
Aviastar MV 7503 lepas landas Jumat pekan lalu dari Bandara Andi Djema, Luwu Utara, pukul 12.45 WITA. Pesawat mestinya menempuh perjalanan selama 70 menit dan dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pukul 15.39 WITA.
Namun pesawat itu hilang kontak dalam perjalanan. Pesawat membawa tiga kru dan tujuh penumpang.
(utd)