Keduanya, ujar Ahok, dilakukan agar anak bisa mendapatkan pengawasan bersama sekaligus tempat bersosialisasi.
Ahok mengatakan salah satunya adalah dengan membangun Taman Terpadu Ramah Anak (TTRA) di DKI. Tahun ini, Pemprov DKI berencana membangun enam taman terpadu ramah anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di taman tersebut, berbagai kegiatan yang berkaitan dengan anak akan sering diadakan. Hal itu seperti pembukaan posyandu, sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan pelatihan kader PKK.
"Aneh kalau di dekat rumah kamu ada taman tapi anak-anak enggak ada yang tertarik bermain. Kami minta RT/RW lapor, nanti kami datangi rumahnya. Kenapa anaknya? Apakah ada kekerasan," ujarnya.
Secara keseluruhan, taman terpadu akan dibangun secara bertahap di Jakarta. Rencananya, akhir pekan ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meresmikan taman terpadu yang ada di Kepulauan Seribu.
"Tahun ini kami mau selesaikan enam dulu, salah satunya di Untung Jawa, Kepulauan Seribu," kata Ahok.
Rencananya, Ahok ingin membangun RPTRA hingga mencapai 306 pada 2017 mendatang. Sementara itu, untuk tahun ini, Ahok menargetkan sebanyak 54 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak.
Selain RPTRA, Ahok juga akan memperbanyak CCTV di berbagai sudut kota Jakarta. Tujuannya untuk memantau terjadinya tindak kejahatan sehingga polisi bisa cepat mengatasi.
"Kami mau pasang sebanyak enam sampai 10 ribu CCTV sebagai pengawasan di wilayah," ujar Ahok.
Sebelumnya, warga DKI digegerkan dengan kasus pembunuhan seorang bocah perempuan berusia 9 tahun di Kalideres, Jakarta Timur. Bocah tersebut ditemukan tewas dengan meringkuk di dalam kardus dengan kondisi tubuh tanpa busana dan dilakban.
Pihak kepolisian hingga kini masih mencari pelaku pembunuhan bocah tersebut. Beberapa saksi telah diperiksa termasuk dua lelaki yang diduga warga sebagai pelaku pembunuhan, S dan DS. Namun, tidak satupun yang ditetapkan sebagai tersangka. (utd)