Perwakilan koalisi, Hery Chaeriansyah menjelaskan bahwa salah satu kebohongan yang dilakukan industri rokok adalah soal pekerja atau petani tembakau di Indonesia. "Para industri rokok selalu menyebut bahwa jumlah petani tembakau di Indonesia ada sekitar dua juta orang," kata Hery saat ditemui dalam sebuah diskusi di kawasan Kemang, Kamis (8/10).
Pernyataan itu, Kata Hery, selalu digunakan industri rokok sebagai tameng agar usaha mereka tidak ditekan atau diatur oleh pemerintah. Pelaku industri rokok selalu berdalih bahwa jika produksi rokok ditekan maka akan membuat dua juta orang kehilangan pekerjaannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahan pembuatan rokok di Tanah Air semuanya hasil impor dari luar negeri. Makanya para petani kata Herry juga banyak yang berhenti memanen tembakau. Kebohongan lain yang ditunjukkan industri rokok adalah soal nasionalisme dalam menjalankan produksi rokok. Industri rokok selalu mengklaim bahwa mereka merupakan industri yang menjunjung tinggi nasionalisme.
Dengan fakta ini Hery menuding industri rokok telah melakukan kebohongan terhadap publik Indonesia. Karena publik tidak peduli akan fakta tersebut maka kebohongan yang dibuat industri rokok berubah menjadi kenyataan sosial dan akhirnya dipercaya oleh publik. (bag)