"Dari Australia kami melakukan kontak untuk kerja sama bantuan pesawat Hercules yang bisa membawa air sebanyak 15 ribu liter," kata Retno saat menggelar konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Senin (12/10). (Lihat Juga FOKUS Kabut Asap Mengganas)
Pesawat tersebur, kata Retno, diperkirakan akan tiba di Indonesia besok, Selasa (13/10), dan diharapkan bisa segera membantu proses pemadaman api.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jepang membantu dengan chemical serta ahli yang membantu penggunaan bahan kimia tersebut," katanya.
Sejauh ini baru Malaysia dan Singapura yang sudah mengirimkan bala bantuan untuk memadamkan api di enam provinsi rawan kabut asap di Indonesia. Bantuan tersebut berupa dua pesawat bombardir dari Malaysia dan satu pesawat berkapasitas 5000 liter air milik Singapura.
Tawaran China dan Thailand
Selain menunggu bantuan dari Jepang, Rusia, dan Australia, Retno mengungkapkan bahwa pembicaraan bantuan dari negara lain pun sedang dilakukan.
Namun apakah bantuan tersebut akan diterima, masih tergantung jenis bantuan yang akan diajukan.
"Pembahasan dengan Thailand dan China sedang dilakukan. Kami akan bahas jenis bantuan dan kerja sama apa yang akan diberikan," ujar Retno.
Sementara itu, Luhut mengakui bahwa pengajuan bantuan bukan hanya diberikan oleh pihak pemerintah saja. Beberapa perusahaan komersil pun disebutnya ada yang menawarkan bantuan.
Namun begitu, untuk saat ini proses tawaran dari perusahaan komersil tersebut masih akan diteliti. Luhut hanya memastikan jika bantuan yang ditawarkan sesuai maka pemerintah pasti akan menerimanya.
"Ada tawaran (komersil) dari Rusia tapi masih kami pelajari dulu. Namun pasti akan kami terima," katanya. (utd)