"Dalam situasi seperti ini biasanya berkembang SMS yang sifatnya provokasi seperti itu. Dan kenyataannya, berdasarkan laporan yang saya dapatkan, terjadi seperti itu," kata Badrodin dalam konferensi pers di rumah dinasnya, Jakarta, Selasa malam (13/10).
Badrodin berharap masyarakat bisa menahan diri sehingga permasalahan yang ada dapat diselesaikan secara damai dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh Pemda akan ditertibkan. Atas desakan masyarakat akan dilakukan pembongkaran," jelasnya.
Dia mengatakan, Polri telah mengamankan 21 gereja yang dipermasalahkan. Namun, karena lokasi yang tersebar, Polri hanya bisa menempatkan 20 orang di satu objek.
Sementara itu, massa yang bergerak jumlahnya mencapai 500 orang. Karena itu, pembakaran rumah ibadah pun tak terhindarkan setelah massa bergerak pada 11.00 WIB.
"Setelah membakar gereja massa bergerak ke desa tadi. Di situ terjadi bentrok massa yang telah membakar dengan yang menjaga. Dari situ terjadi korban," tuturnya. (ags)