Diungkapkannya, sekitar 7.500 warga Aceh Singkil telah mengungsi ke Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Sebanyak 5 ribu orang mengungsi ke Desa Saragih, Kecamatan Manduamas, sedangkan sekitar 2.500 orang sisanya mengungsi di Kecamatan Pagindar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pengungsi saat ini memanfaatkan fasilitas seadanya dari tempat pengungsian dan mendapatkan bantuan minim berupa selimut dan makanan dari warga sekitar.
Menanti Undangan
Selain itu, Pendeta Erde mengaku tidak mendapatkan undangan pertemuan antara pemerintah daerah, kepolisian dan pemuka agama untuk membahas tindak lanjut insiden kerusuhan itu.
“Saya hanya mendapatkan informasi dari jemaat saya bahwa ada pertemuan antara Kapolri, Kapolda, Gubernur, dan pemuka agama pagi ini di Kantor Polres (Aceh Singkil),” ujarnya.
Menurut Erde, pertemuan itu hanya semacam seremoni menyambut Kapolri dan pejabat terkait. Setahu dia, tidak ada perwakilan dari umat Nasrani yang menghadiri pertemuan itu.
“Mungkin nanti yang akan mewakili pimpinan saya karena ini sudah dianggap sebagai insiden nasional,” ujarnya. (gen)