Juru Bicara Kedai KOPI Hendri Satrio mengatakan, 54,7 persen responden yang tersebar di seluruh Indonesia mengaku tidak puas dengan kinerja pemerintahan.
"Selain ketiga faktor tersebut, ketidakpuasan publik juga dilatar belakangi kenaikan harga bahan bakar minyak dan lapangan pekerjaan yang sulit," kata Hendri dalam diskusi bertema "Setahun Jokowi-JK, Sudah Sampai Mana" di Jakarta, Minggu (18/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Deputi Kepala Kantor Staf Presiden Eko Sulistyo menilai ketikapuasan publik seperti tergambar dalam survei terjadi karen publik masih melihat hal yang bersifat jangka pendek. Menurutnya diperlukan perspektif secara luas untuk menilai kinerja pemerintah saat ini.
"Jadi ini ada satu proses yang mangkrak, lalu dilanjutkan. Dari situ yang ingin dilihat, yang diinginkan pemerintah, yaitu membangun visi berkelanjutan," ujar Eko.
Adapun jumlah responden dalam survei ini sebanyak 384 responden di seluruh Indonesia, yaitu 52 persen di Pulau Jawa dan 48 persen di luar Pulau Jawa. Metode survei sampel acak sistematis, dengan tingkat margin error kurang lebih 5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (sur)