Direktur Eksekutif WALHI Abednego Tarigan berpendapat seharusnya penanganan dampak lanjutan kebakaran hutan, termasuk bencana kabut asap yang ditimbulkannya, menjadi ranah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang dipimpin oleh Puan Maharani.
"Ini sebenarnya lahan (bidang) Menko PMK, tapi tidak pernah terlihat," kata Abed di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Abed mengingatkan agar dampak lanjutan dari kebakaran hutan dan kabut asap yang menyengsarakan rakyat jangan dilupakan lantaran pemerintah terlalu fokus pada upaya pemadaman api.
"Penanganan dampak lanjutan itu sangat penting. Jangan terjebak hanya pada penanganan kebakaran saja,” kata dia.
Klaim bekerja
Asisten Deputi Tanggap Cepat Kemenko PMK, Togap Simangunsong, mengatakan kementeriannya telah melakukan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi.
"Kami mengkoordinasi kementerian dan lembaga dalam melakukan penanganan secara komprehensif terhadap dampak asap akibat kebakaran hutan, khususnya terhadap kesehatan, pendidikan dasar, dan kebutuhan dasar seperti pangan dan tenda," kata Togap kepada CNN Indonesia.
Simak Fokus: KEBAKARAN HUTAN, PEMERINTAH GAGAL?
Kemarin pun, ujarnya, Kemenko PMK melakukan rapat koordinasi untuk memantau apa saja yang telah dilakukan kementerian dan lembaga. Dalam rapat itu, ujar Togap, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melaporkan EL Nino akan bertahan sampai bulan November, dan hal itu berpotensi mempersulit pemadaman api.
"Kementerian dan lembaga terkait harus standby dan siap sampai bulan November," kata Togap.
Ia mengatakan Kemenko PMK telah mengunggah hasil rapat koordinasi kemarin di laman situs kementeriannya.
Kementerian Kesehatan, kata Togap, telah menyalurkan obat-obatan, dokter paru, dan masker ke wilayah-wilayah terdampak asap. Kemenkes juga menyalurkan dana sosial kematian terhadap korban meninggal akibat asap.
Sementara Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengeluarkan kebijakan on-off sekolah tergantung kepekatan asap. Kemendikbud juga meminta guru membuat tugas terstruktur untuk bahan belajar di rumah dan membuat bahan ajar dalam CD.
Tak ketinggalan, ujar Togap, Kementerian Sosial telah menyiapkan buffer stock logistik di daerah yang terkena dampak kebakaran hutan. Kemensos juga mengajukan dana jaminan hidup kepada Kementerian Keuangan untuk disalurkan kepada masyarakat yang terganggu pendapatannya akibat bencana kabut asap.