Amando dan kakaknya juga terlihat berjaga di ruang tunggu KPK sejak Rabu (21/10) hingga Kamis dini hari (22/10). Amando mengaku kenal dekat dengan sang anak Dewie yang tak lain adalah mantan Runner Up II Puteri Indonesia 2011, Andi Tenri Natassa.
"Saya belum berkapasitas atau pun Kaligis and Asociates belum berkapasitas sebagai penasihat hukum Bu Dewi. Kami mengusulkan karena anaknya Bu Dewie adalah teman saya," kata Amando di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewie hari ini terlihat menyambangi gedung KPK, sekitar pukul 13.18 WIB. Ia didampingi petugas dari KPK. Dewie mengenakan rompi oranye bertuliskan ”Tahanan KPK".
Beberapa waktu sebelumnya, KPK juga menangkap enam orang lainnya di kawasan Kelapa Gading, sekitar pukul 17.45 WIB. Mereka adalah pengusaha PT Abdi Bumi Cendrawasih, Setiadi Jusuf, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Deiyai Papua Irenius Adii, dan Renaldi Bandoso.
Proyek bakal dibahas dalam rapat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2016 untuk pos Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pembahasan dilakukan oleh pihak Kementerian dengan Komisi Energi DPR.
Dari operasi tangkap tangan, tim penyelidik menyita duit Sin$177.700 atau sekitar Rp1,7 miliar yang ditempatkan di sebuah tas. Selain itu, penyelidik KPK juga menyita sejumlah dokumen dan telepon gengam.
Irenius dan Setiadi diduga sebagai pemberi suap dan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.
Sementara Dewie Limpo bersama Renaldi dan Bambang diduga menerima suap dan melanggar pasal 12 huruf a, huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.