"Titik kebakaran hutan terbanyak yang menimbulkan kabut asap tebal tersebar di Kabupaten Fakfak yakni 27 titik," Kepala BMKG Stasiun Jefman Kota Sorong, Frans Rahawarin di Sorong, Jumat.
Selain Kabupaten Fakfak, terdapat enam titik kebakaran hutan terbesar di Kabupaten Kaimana, dua titik di Sorong, dua titik Sorong Selatan, satu titik Tambrauw dan dua titik di Kabupaten Teluk Wondama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah setempat berkoordinasi dengan BMKG untuk menunjukkan titik-titik panas tersebut agar dapat dipadamkan.
Ia mengatakan kabut asap tersebut dapat teratasi dengan dua cara yakni memadamkan titik-titik kebakaran hutan oleh manusia dan kedua pemadaman alami melalui hujan namun untuk curah hujan diprediksikan terjadi pada November 2015.
Namun sayang, keinginan Luhut tersebut masih memerlukan waktu yang lebih lama untuk bisa terwujud. Pasalnya, penelitian yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengatakan hujan belum akan turun dalam waktu dekat.
Berdasarkan data yang didapatkan Luhut dari BMKG, hujan baru akan mengguyur wilayah Indonesia pada akhir November mendatang.
Dengan kondisi seperti sekarang, api yang menyebar di gambut bagian bawah sedalam lima hingga sepuluh meter, Luhut menyangsikan usaha yang dilakukan sekarang bisa benar-benar memadamkan api.
"Hampir tak mungkin bisa dipadamkan oleh pesawat udara. Namun usaha pemboman air ini setidaknya bisa mengurangi agar api tidak menyebar ke daerah-daerah lain,” kata Luhut.