"Semua elit Golkar di Jakarta harus realistis bahwa rentang waktu persiapan sudah sangat pendek untuk mendapatkan kemenangan maksimal dalam Pilkada serentak," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/10).
Menurut Bambang, para elit Golkar kubu Ancol, Jakarta, harus mendengarkan aspirasi kader di semua daerah yang sudah lelah terhadap konflik elit dan menghendaki kesolidan partai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya jika wacana munas atau munaslub jadi terlaksana, maka hal tersebut akan memecah fokus calon kepala daerah dari Golkar, antara mengerahkan tim sukses pilkada atau gelaran suksesi di internal partai.
Adapun Wakil Ketua Umum Golkar hasil Munas Bali, Aziz Syamsuddin, bersikukuh putusan kasasi Mahkamah Agung mengesahkan kepengurusan kubunya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Golkar Munas Ancol Priyo Budi Santoso menyatakan salah satu langkah rekonsiliasi yang dapat diambil dalam menyikapi putusan MA adalah menggelar kembali munas sebagai bentuk mengisi kekosongan kepengurusan yang akan berakhir tahun ini.
Hal tersebut menjadi acuan Priyo, sebab putusan MA tidak memenangkan kubu manapun dan mengamanahkan kembali kepada Munas Riau.
Senada dengan Priyo, Ketua DPP Golkar hasil Munas Ancol Bidang Hukum Lawrence Siburian menyebutkan munas dapat menjadi peluang bagi seluruh kader partai untuk bersatu. (bag)