Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto ketika ditanya soal perkembangan pengusutan kasus ledakan pertama itu, belum bisa memastikan. "Nanti saya konfirmasi dulu," ujarnya sore ini.
Ada kemiripan antara ledakan pertama dan kedua yang terjadi hari ini. "Ada kemiripan dan menyerupai," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Tangerang Ajun Komisaris Besar Sutarmo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada ledakan pertama di Mall Alam Sutera, kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian ketika itu, bom rakitan berukuran kecil. Sementara lokasi ledakan seperti di ITC Depok, yakni di toilet.
“Laki-laki menurut petunjuk CCTV. Tapi tidak mungkin kami publikasikan ke publik karena untuk kepentingan polisi,” ujar Tito, pertengahan Juli.
Sementara Kapolri Jenderal Badrodin Haiti saat itu sesungguhnya mengatakan telah mengantongi nama terduga pelaku peledakan. Namun identitas urun diungkapkan dengan alasan penyelidikan masih dilakukan.
Dugaan ISIS dan Teroris Cibiru
Tito saat itu mengatakan peristiwa ledakan Alam Sutera kemungkinan terkait ISIS. Persisnya, berhubungan dengan seruan Juru Bicara ISIS kepada pengikutnya untuk berjihad di bulan Ramadan. Ketika itu ledakan terjadi kala Ramadan.
Jejaring ISIS memang ada di Indonesia. Itu sebabnya Polda Metro Jaya melibatkan Detasemen Khusus 88 Anti-Teror Polri untuk menyelidiki kasus tersebut.
Tito mengatakan, pelaku peledakan Alam Sutera memiliki karakteristik khusus, yakni tidak menjadikan masyarakat umum sebagai target.
Para pelaku yang ditangkap itu mengaku aktivitas mereka sebagai latihan untuk berjihad. Menurut para pelaku, kegiatan mereka hanya untuk mengetahui cara membuat dan meledakkan bom tanpa berniat melakukan teror. (agk)