Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan kesimpulan itu didapatkan berdasarkan kemiripan karakteristik pada modus yang digunakan si pelaku.
"Meletakan di toilet, jenis bom low explosive," kata Krishna menjelaskan karakteristik yang dia maksud, Rabu (28/10). (Ikuti FOKUS: Ledakan Mall Alam Sutera)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan ledakan 9 Juli lalu diduga terkait dengan kelompok teroris yang ditangkap di Cibiru, Bandung, Jawa Barat.
Para pelaku membuat bahan peledak dan mencoba meledakkannya di Gunung Kareumbi, Sumedang, Jawa Barat. Mereka mengaku kegiatan ini hanya untuk latihan jika kelak berjihad, serta hanya ingin mengetahui cara membuat dan meledakkan bom tanpa ada rencana melakukan teror.
Sebelum Tewas, dia sempat dibai'at di Lembaga Permasyarakatan Sukamiskin, Bandung, dan dekat dengan Aman Abdurrahman, pelaku bom Cimanggis, Depok, 2004 silam. Aman kini mendekam di sel Kembang Kuning, Nusakambangan.
Meski berada di balik jeruji, informasi juga menyebut Aman sebagai tokoh penting dalam penyebaran paham Negara Islam Irak dan Suriah alias ISIS di Indonesia.
Kelompok Cibiru ini terbentuk dengan motif balas dendam terhadap anggota kepolisian. Ketika ditangkap, para pelaku sedang merencanakan aksi pemboman kantor polisi.
Mereka dendam kepada polisi lantaran petugas menewaskan sejumlah anggota kelompok yang melakukan pelatihan militer di Aceh. Beruntung, aksi mereka berhasil digagalkan sebelum bom diledakkan.