Hal tersebut diketahui usai polisi melakukan penggeledahan di kediaman tersangka LWK, lelaki 29 tahun di Kota Serang, Banten. "Saat ke rumahnya tersangka benar adanya. Jenis bom pakai bungkus rokok. Kalau tidak teliti, dipegang saja bisa meledak," ujar Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, kemarin. (Ikuti FOKUS: Ledakan Mall Alam Sutera)
Krisna mengatakan tim gabungan yang terdiri dari Polda Metro Jaya, Detsemen Khusus 88 Anti Teror dan Gegana hampir terkelabui oleh beberapa bungkus rokok yang tersusun di atas meja kerja. Saat itu, tim gabungan mengira bungkus rokok tersebut tidak ada kaitannya dengan bom yang masih dicari dan dirakit oleh LWK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, bom yang meledak di Mall Alam Sutera, Rabu lalu, diketahui menggunakan bahan triacetone triperoxide peroxyacetone (TATP). Bahan peledak jenis tersebut memiliki daya ladak yang tinggi. Meski berdaya ledak tinggi, namun bom yang meledak saat itu menimbulkan efek kecil, karena bom yang dipasang sedikit.
Tito juga menyebut bom tersebut berbahaya karena tak stabil. Dibuatnya secara serampangan dan mudah ditemukan cara pembuatannya dari internet. "Menggunakan peralatan yang ada di rumah tangga juga bisa," ujarnya.