Polri, menurut Abbas, harus bisa membedakan antara ujaran kebencian dengan penyampaian pendapat dan kritikan.
Menurutnya, surat edaran seharusnya tidak meredupkan kebebasan berpendapat. Sebab, Indonesia akan mundur dan kehilangan demokrasi yang telah dilakukan selama 17 tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, dia mendukung surat edaran Kapolri tentang penanganan ujaran kebencianitu apabila dapat menumbuhkan kebebasan berpendapat secara bertanggung jawab.
"Agar kebebasan tidak bergerak anarkis. Melainkan, menumbuhkan kebebasan yang bertanggungjawab seperti yang diamantkan UUD," katanya.
"Untuk menangani perbuatan ujaran kebencian agar tidak memunculkan tindak diskriminasi, kekerasan, penghilangan nyawa dan/atau konfliksosial yang meluas," bunyi surat tersebut. (sur)