Namun, Gaffar menilai adapun wacana reshuffle yang berhembus, lebih untuk mengakomodasi kekuatan politik yang menunggu jatah giliran untuk masuk ke dalam kabinet.
"Kalaupun ada kebutuhan reshuffle, itu lebih karena ada kekuatan politik yang menunggu giliran dapat jatah di kabinet," ujar Gaffar kepada CNN Indonesia, Rabu (4/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun kecenderungan kader PAN dari parlemen, Gaffar menilai Hanafi Rais merupakan sosok yang lebih tepat dibandingkan kader lain seperti Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.
Beberapa waktu yang lalu, Amien Rais sempat bertandang ke parlemen untuk menemui Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan dan putranya Hanafi Rais.
Hanafi juga mengaku tidak antusias membahas jatah kursi yang didapat partainya dalam reshuffle jilid II yang kabarnya akan dilakukan dalam waktu dekat. Hanafi mengaku partainya masih belum mengajukan nama ke Presiden Jokowi.
"Tidak ada. Kalau ada omongan internal. Saya juga tidak antusias soal itu," ucap Hanafi di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Senin (26/10).
Hanafi berpendapat tidak etis membahas reshuffle hari-hari ini. Menurutnya "pembagian kekuasaan" dapat mengganggu para menteri yang saat ini tengah bekerja, terutama dalam mengatasi bencana kabut asap yang masih terjadi di Indonesia. (bag)