Barujari Meletus, Pengalihan Rute Pesawat Tergantung Maskapai

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Rabu, 04/11/2015 16:37 WIB
AirNav mengambil keputusan pemblokiran bandara berdasarkan data BMKG serta Vulcanic Ash Advitory Centre Darwin. Gunung Rinjani - Barujari. (Dokumentasi PVMBG/Detikcom Internet)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga bandara di Indonesia terpaksa harus menutup aktivitasnya lantaran terganggu abu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Rinjani. Sejumlah penerbangan, baik keluar atau masuk ke bandara pun terpaksa harus ikut terganggu.

PT Air Navigation Indonesia atau AirNav Indonesia selaku pihak yang bertanggung jawab dalam lalu lintas penerbangan pun ikut turun tangan mengatasi gangguan tersebut.

"Kami memang memutuskan untuk memblokir penerbangan dari dan menuju daerah yang terkena dampak," ujar Direktur Safety and Standard Airnav Wisnu Darjono saat dihubungi CNN Indonesia, Rabu (4/11).


Dengan pemblokiran tersebut maka otomatis banyak penerbangan yang terpaksa dialihkan rutenya atau paling parah adalah dibatalkan. Namun untuk penerbangan ke Bali, Wisnu mengungkapkan sebagian besar rutenya diubah.

Terkait dengan perubahan rute tersebut, Wisnu mengatakan bahwa AirNav hanya memfasilitasi perubahan tersebut. Sementara untuk keputusan perubahan rute sepenuhnya diberikan kepada maskapai penerbangan.

"Sekarang pesawat yang tak bisa masuk Bali ditawarkan mau ke mana dia, misalnya ke Surabaya maka diatur ke sana, yang mau ke Jakarta ya diatur ke Jakarta," kata Wisnu.

AirNav sendiri, kata Wisnu, mengambil keputusan pemblokiran bandara berdasarkan data yang mereka terima dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika serta Vulcanic Ash Advitory Centre Darwin.

Data tersebut dibahas oleh AirNav bersama Otoritas Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali dan akhirnya diputuskan bahwa bandara tersebut harus di tutup.

Ngurah Rai ditutup sampai esok 

Terkait dengan durasi penutupan, Wisnu mengungkapkan belum jelas kapan Bandara Ngurah Rai akan dibuka kembali. Hingga sore ini pun, kondisi Ngurah Rai masih ditutup. "Informasi terakhir yang kami dapat katanya masih ada abu vulkanik di kawasan bandara," kata Wisnu.

Oleh karena itu, Wisnu mengatakan sudah ada Notice to Airman yang dikeluarkan oleh Angkasa Pura terkait pentupan sejumlah bandara akibat erupsi Gunung Rinjani.

Notam tersebut berisi perintah agar bandara yang terganggu abu vulkanik agar ditutup setidaknya hingga esok hari. "Sepanjang hari ini ditutup sampai besok pagi, sudah ada notamnya," kata Wisnu. (bag)