"Betul, sekarang ini abu vulkanik akibat letusan Gunung Baru Jari sudah masuk ke Kota Mataram, tetapi intensitasnya belum signifikan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram H Supardi di Mataram, Kamis.
Kendati demikian, lanjutnya, kondisi itu cukup mengkhawatirkan bagi kesehatan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pihaknya mengimbau masyarakat saat melakukan aktivitas di luar rumah, kata dia, masyarakat sebaiknya menggunakan masker agar tidak menghirup secara langsung abu vulkanik yang tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan.
"Mengingat abu vulkanik ini sangat berbahaya bagi kesehatan, apalagi bagi penderita sesak nafas," ujarnya.
Sedangkan masyarakat yang berada pada radius tiga kilomter sudah dievakuasi sekitar 1.500 orang, terdiri dari wisatawan domestik dan mancanegara serta sekitar 300 orang umat Hindu yang sedang melakukan ibadah.
Saat ini yang perlu diwaspadai adalah wilayah yang berada lebih dari tiga kilomter yakni Senaru dan Santong.
Letusan anak Gunung Rinjani ini merupakan letusan kedua, setelah sebelumnya meletus pada sekitar bulan Mei 2009.