Nasir berpendapat hasil riset karya anak bangsa sebenarnya bisa diaplikasikan langsung ke masyarakat, terutama di saat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seperti sekarang.
Sayangnya, karena tidak pernah dimanfaatkan, periset tersebut tak jarang kaget ketiga hasil risetnya diminta untuk diaplikasikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasir menilai pemerintah sangat memerlukan hasil riset untuk menyelesaikan masalah-masalah darurat yang kerap terjadi di Indonesia. Saat ini, peneliti di bidang gambut juga masih sangat dibutuhkan.
Selain gambut, Nasir menilai penelitian di bidang sampah juga harus ditingkatkan lagi. Sampah, kata Nasir, menjadi masalah yang begitu "dekat" dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
"Di Jakarta, setiap harinya ada berjuta-juta ton sampah yang terbuang begitu saja sehingga lingkungan terganggu. Akan lebih baik bila ada teknologi yang bisa memanfaatkan jutaan ton sampah tersebut," kata Nasir.
Selain itu, Nasir berpendapat, peneliti bisa mengembangkan riset dan teknologi yang memungkinkan masyarakat bisa membuka lahan tanpa harus membakar. Nasir mengatakan sering kali masyarakat miskin terpaksa harus membakar sebagai cara termurah dan termudah membakar lahan.
"Ini peluang untuk dunia riset kita. Kalau nantinya masyarakat dilarang melakukan pembakaran untuk buka lahan, bisa tidak ada teknologi yang memungkinkan mereka tidak usah membakar? Ini catatan buat kita semua," katanya (meg)