Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, sekitar enam mobil berpelat militer berjajar di depan gedung utama Korps Bhayangkara sedari siang tadi. Namun, pertemuan itu berjalan tertutup.
Selain itu, kata Anton, banyak agenda lain yang dibicarakan. Di antaranya dibahas juga persiapan penanganan Pemilihan Kepala Daerah serentak pada Desember yang akan datang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, usai pertemuan, Gatot tidak memberikan pernyataan kepada awak media. Keluar dari gedung utama, Gatot langsung memasuki mobilnya yang sudah menunggu dan langsung pergi meninggalkan Markas Besar Polri.
Selain itu, Santoso terus melakukan serentetan aksi teror di Poso setahun setelahnya. Dia menculik dua anggota Polisi Resor Poso yang melintas di Dusun Tamanjeka untuk menjebak petugas lainnya dengan ranjau.
Terakhir, tiga orang petani diduga dibunuh oleh kelompok tersebut. Nyoman Astika (70), seorang transmigran asal Buleleng, jenazahnya ditemukan dalam kondisi terpenggal, bulan lalu.
Kemudian seorang warga bernama Hengky (50), juga ditemukan dalam kondisi yang sama di tempat terpisah. Sedangkan korban ketiga hingga kini belum diketahui identitasnya, namun jenazahnya ditemukan dalam kondisi utuh.
Tindakan itu diduga bermotif balas dendam atas tewasnya seorang pentolan teroris bernama Bado dalam kontak senjata dengan aparat Brigade Mobil Polda Sulawesi Tengah di wilayah Pegunungan Langka, Poso Pesisir Utara, Poso. (utd)