Saat tiba ia tidak banyak berkomentar kepada awak media yang telah menunggunya. "Nanti saja deh, saya masuk dulu ya," kata Lino. Dia hanya mengatakan dirinya siap menghadapi pertanyaan-pertanyaan penyidik.
"Kami hanya mematuhi sebagai warga negara yang taat hukum," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kasus ini, dia menegaskan, Lino hanya diperiksa sebagai saksi. Kasus ini berawal dari penemuan 10 mobile crane yang mangkrak di Pelindo II. Seharusnya, alat-alat berat itu dikirim ke delapan pelabuhan berbeda di Indonesia.
Setelah diusut, diketahui ternyata pelabuhan tersebut tidak membutuhkan alat itu. Karena itu, penyidik menduga pengadaan barang ini adalah permainan yang dilatarbelakangi motif korupsi. (sip)