Komisioner KPAI, Erlinda, mengatakan KPAI juga akan mengadakan rapat pleno pada pekan ini untuk membahas langkah-langkah yang akan dilakukan komisi tersebut terkait aduan malapraktik RS Awal Bros.
Dugaan tersebut, kata Erlinda, menguat setelah pihak KPAI melakukan pengecekan dengan beberapa dokter di beberapa rumah sakit di Jakarta. Menurut keterangan beberap dokter yang ditanyai tim KPAI, terdapat dugaan kontradiksi dari pemberian obat dengan sakit yang diderita bocah Falya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erlinda mengatakan, KPAI juga akan melakukan koordinasi dan investigasi untuk melakukan pengawasan atas kasus tersebut. KPAI meminta kepada pihak Dinas Kesehatan Kota Bekasi serta tim Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang melakukan investigasi atas kasus Awal Bros untuk memberikan jawaban jelas atas hasil investigasi tersebut.
Erlinda menjelaskan, dari pengalaman aduan malapraktik yang masuk ke KPAI, gugatan malpraktik biasanya diajukan karena beberapa faktor, seperti tidak ada kejelasan rumah sakit kepada keluarga pasien dan tidak sinkronnya koordinasi perawat dan dokter.
Sebelumnya, Rumah Sakit Awal Bros Bekasi digugat oleh orangtua dari bocah Falya (1,2 tahun) yang tewas setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut, pada awal November lalu. Falya awalnya divonis sakit dehidrasi ringan oleh pihak rumah sakit namun kondisinya memburuk setelah diberikan suntikan antibiotik hingga akhirnya meninggal dunia.
Ibrahim Blegur, orangtua Falya, mengatakan dirinya bersama kuasa hukum M. Ihsan yang juga merupakan satgas perlindungan anak telah mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Jumat pekan lalu untuk mengantarkan surat somasi kepada RS Awal Bros Bekasi.
"Hari Jumat lalu kami mendatangi KPAI untuk melaporkan pengaduan kasus dugaan malapraktik ini sekaligus memberikan somasi dengan tembusan kepada Polres, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kementerian Kesehatan, Kapolri, dan Badan Pengawasan Rumah Sakit," kata Ibrahim saat dihubungi CNN Indonesia, Senin (8/11).
Ibrahim mengatakan, melalui somasi tersebut, pihaknya meminta agar RS Awal Bros memberikan keterangan dan klarifikasi secara tertulis mengenai kondisi dan penyebab kematian bocah Falya. Sebabnya, sejak kesadaran Falya menurun hingga tewas di ruang ICU, pihak keluarga mengaku tidak pernah diberikan keterangan sama sekali oleh pihak rumah sakit mengenai penyebab pasti kondisi sang bayi melemah hingga meninggal.
(utd)