"Saya termasuk orang yang setuju Soeharto dapat gelar pahlawan," kata Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (9/11).
Fahri berpendapat, sebagai seorang presiden yang berkuasa selama 32 tahun, Soeharto juga memiliki jasa dalam pembangunan Indonesia. Menurutnya, jika ada pihak yang tidak suka kepada Soeharto, itu merupakan persoalan biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sulit untk mengatakan Gus Dur tak memiliki jasa, karena dia tokoh intelektual kita dan juga presiden. Dia layak ditetapkan jadi pahlawan," ujar Fahri.
Lihat juga:Gus Dur Segera Bergelar Pahlawan Nasional |
"Kalau pemerintah menilai layak, kita serahkan kepada pemerintah soal hal itu," kata Fahri.
Gelar pahlawan huga diberikan bagu yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia.
Sedangkan, untuk gelar Pahlawan Nasional bagi presiden, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, akan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
Khofifah menjelaskan, penobatan Gus Dur sebagai pahlawan nasional sebenarnya sudah pernah diputuskan bakal diberikan pada tahun 2013. Namun akhirnya waktu penganugerahan harus ditunda.
"Gus Dur sudah pernah diputuskan di 2013, dan dipending sesungguhnya hanya menunggu waktu. Itu catatan dari Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan," ujar Khofifah di Istana Negara, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/11). (bag)