Pompa-pompa tersebut menggunakan penyaring yang ukurannya disesuaikan agar tidak menghambat aliran air. “Kalau kami pakai saringan yang kecil, nanti menghambat aliran air. Jadi saringannya agak besar," kata Djoko di Balai Kota DKI Jakarta.
Menurut Djoko, pompa-pompa itu rusak karena tersumbat banyak sampah. Sementara, ujarnya, pembersihan atau pengerukan sampah di sungai, waduk, atau saluran air merupakan tanggung jawab Dinas Kebersihan DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkadang walau siang sudah dibersihkan, malamnya sampah sudah banyak lagi. Jadi mau-tidak mau kami menurunkan orang untuk membersihkan," ujar Djoko.
Menurut Djoko, pihaknya telah menyiapkan 166 pompa untuk mengatasi titik-titik air di Jakarta selama musim hujan.
Sebelumnya, akibat pompa rusak, banjir setinggi satu meter terjadi di wilayah Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11). Hal tersebut diperparah dengan matinya kamera pengawas atau CCTV di wilayah tersebut. (agk)