Menurut Romo Aloysius Budi, Ketua Komisi Hubungan Antar Agama Keuskupan Agung Semarang, Uskup Pujasumarta meninggal karena sakit kanker paru-paru yang dideritanya. Pujasumarta sendiri sudah sekitar hampir 2 bulan dirawat inap di Rumah Sakit Elisabeth Semarang.
"Pak Uskup sakit rumor. Beliau sudah sekitar 2 bulan dirawat inap," kata Romo Aloysius Budi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami masih terus kordinasi dan menyiapkan prosesi pemakaman", ujar Romo Aloysius Budi.
Pada 15 Agustus 2015 lalu, patung Bunda Maria yang disebut merupakan patung Bunda Maria tertinggi di Asia Tenggara ini diberkati oleh Uskup Pujasumarta dengan tujuan menjadi simbol kesucian dan perdamaian umat manusia di bumi.
Pujasumarta lahir di Surakarta pada 27 Desember 1949. Ia mengawali pendidikan di Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang, pada 1963. Setelah itu, dia melanjutkan pendidikannya ke Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan Yogyakarta dan menjadi imam sejak 25 Januari 1977.
Pujasumarta melanjutkan studi di Universitas St. Thomas Aquinas, Roma, Italia, selama 1983-1987 dan mendapatkan gelar doktor teologi spiritual.
Lihat juga:Misye Arsita 'Jin dan Jun' Wafat di Kediri |