Tarian Sufi ini dilakukan oleh Kyai Budi Harjono di depan ribuan umat Katholik di Gereja Katedral Semarang yang tengah mengikuti misa atau kebaktian pengantaran jenasah Uskup Pujasumarta, Kamis (12/11) pagi.
Romo Aloysius Budi, yang memimpin misa menjelaskan kepada jemaat jika tarian ini merupakan bentuk penghormatan terhadap mendiang Uskup Pujasumarta yang juga dekat dengan umat Muslim. Setiap hari raya umat Muslim, Uskup Pujasumarta selalu berkeliling mengucapkan selamat kepada tokoh maupun pemuka umat Muslim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sering diskusi, ngobrol dan bercanda. Uskup Pujasumarta sangat terbuka dan menghormati umat yang beragama lain", kata pengasuh Ponpes Al-Islah Meteseh, Semarang ini.
"Saya punya kesan mendalam yang lucu dan mengharukan dengan beliau. Saat sakit di rumah sakit, saya jenguk beliau malah beliau mengajak saya berselfie,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Jenazah Uskup Pujasumarta akan dimakamkan besok Jumat (13/11) di Seminari Kentungan, Yogyakarta setelah disemayamkan sehari di seminari. Uskup Pujasumarta meninggal pada Selasa (10/11) pukul 23.30 WIB di Rumah Sakit Elisabeth Semarang karena penyakit kanker paru-paru yang dideritanya.