Website IPT 1965 tersebut beralamat di 1965tribunal.org. Situs itu memuat perkembangan terbaru dari sidang rakyat 1965 yang berlangsung di Den Haag, termasuk artikel dan video-video kesaksian para korban Tragedi 1965 yang dikemukakan di hadapan majelis hakim IPT 1965.
“Memang website kami tidak bisa dibuka. Baru saja siang ini. Padahal sejak kemarin situs ini terbuka sekali dan ramai ditonton,” kata Tim Media IPT 1965, Agnes, kepada CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski situs terblokir, video-video persidangan IPT 1965 tetap dapat dilihat melalui YouTube lewat akun International People’s Tribunal 1965.
Lihat juga:Menyaksikan Sidang 1965 di Beranda Rakyat |
Koordinator IPT 1965 Nursyahbani Katjasungkana berharap Pengadilan Rakyat 1965 dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah Indonesia untuk mengakui kejahatan yang dilakukan negara terhadap rakyatnya usai Gerakan 30 September 1965.
G30S yakni tragedi berdarah pada malam 30 September 1965 di mana tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh. Peristiwa semalam itu diduga memicu pembunuhan massal di berbagai daerah di Indonesia terhadap mereka yang dituding sayap kiri.