Kepala Satreskrim Polres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Siswo Yuwono mengungkapkan penangkapan berawal saat salah satu korban berinisial HY berhasil melarikan diri dari sebuah rumah yang terletak di Jalan Ketapang Baru, Jakarta Pusat.
"Jadi dia kabur dan lari menuju Polsek terdekat dan oleh satuan Polsek diserahkan ke sini," kata Siswo saat ditemui di Mapolres Jakarta Pusat, Selasa (17/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi dia mengatakan bahwa ke yayasan bertiga, dibawa ke Dadap pun bertiga," kata Siswo.
Saat di sana, polisi pun menemukan dua rekan HY dan langsung dibawa oleh polisi. Sementara itu dua orang terduga pelaku, SR dan MS pun digelandang ke Mapolres Jakarta Pusat. Setelahnya baru diketahui bahwa SR merupakan orang yang menyalurkan tiga korban untuk dijual pada MS selaku pemilik kafe.
"SR itu diberi imbalan Rp 3 juta untuk semua anak itu, anak-anaknya berusia 15 sampai 17 tahun," kata Siswo.
Atas perbuatannya, SR dan MS dianggap melanggar Pasal 88 Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 296 jo Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman pidana kurungan penjara maksimal satu tahun empat bulan. (utd)