Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta Bambang Surya Putra mengungkapkan bahwa saldo di kartu nantinya akan diisi lebih dari Rp 500 ribu, dan akan diserahkan per kepala keluarga dan per kejadian.
"Nanti kisaran saldonya adalah Rp 700 ribu hingga Rp 900 ribu," kata Bambang saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum mendapatkan kartu e-Natura, para warga akan terlebih dahulu diberikan kartu sementara yang nanti bisa ditukar ke masing-masing kelurahan.
Bambang mengungkapkan kartu-kartu tersebut tidak bisa digunakan di sembarang tempat. Pemprov DKI akan memilih warung-warung dekat lokasi bencana yang sekiranya masih bisa melakukan kegiatan jual beli untuk dijadikan tempat pembelian menggunakan e-Natura.
"Kami nanti mendata siapa penjual yang siap untui menjual, termasuk barang yang bisa dijual. Kami sudah memberi tahu barang apa dan di warung mana barang itu bisa dibeli," kata Bambang.
"Itu kami lakukan untuk mengurangi pembayaran langsung dan juga memberdayakan pasar sekitar agar ekonomi tetap jalan."
Barang-barang yang nantinya bisa dibeli oleh warga pemilik e-Natura di antaranya adalah pengisian tabung gas, perlengkapan mandi, dan seragam sekolah untuk anak.
Namun begitu Pemprov DKI tidak akan membiarkan warga hanya membeli di satu warung saja. Pemprov akan bekerjasama dengan kelurahan untuk mendata warung-warung yang menjual masing-masing barang.
"Jadi warung ini jual lain ini, yang lain jual barang lain. Jangan sampai hanya beli di satu warung," ujarnya. (meg)