Jumlah saksi ini bisa saja bertambah tergantung kebutuhkan penyidikan petugas.
"Saksi berasal dari internal gedung dan masyarakat luar," kata Umar di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/11).
Umar menuturkan, sampai saat ini belum bisa memastikan identitas pelaku dan motif pelemparan granat. Namun, ia menjelaskan pelemparan dilakukan ketika kondisi sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sepi dan tidak terpantau oleh kamera pengawas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban hanya mengalami luka dan masih butuh pemulihan," ujar Umar.
Meski demikian, Umar mengungkapkan proses penyedikan masih berjalan dan dilakukan oleh Satuan Tugas Polda Metro Jaya. Ia berharap dalam waktu dekat polisi mendapatkan titik terang atas tindak teror yang meresahkan masyarakat tersebut.
"Arah penyerangan masih diselidiki. Bentuk ancaman itu juga sedang kami dalami," kata Umar.
Granat meledak sekitar pukul 03.30 WIB di halaman depan Gedung Multipiranti Graha, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (16/11). Granat tersebut diduga dilempar oleh pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang dan terbilang profesional.
Akibat ledakan tersebut, seorang petugas keamanan yang tengah berjaga bernama Mulana mengalami luka serius di bagian dada. Sementara Slamet, petugas keamanan yang juga sedang berjaga selamat karena berada di pos jaga yang berlokasi sekitar 20 meter dari tempat ledakan granat. (sur)