Pernyataan ini disampaikan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal Hartind Asrin seiring adanya kasus meninggalnya seorang pegawai Kemenhub saat mengikuti diklat bela negara di PLP Marinir Grati Pasuruan, Jatim.
"Bela negara oleh Kemhan tidak ada kesamaptaan atau gojlokan fisik. Bela negara kami lebih pada doktrinasi otak dan jiwa untuk mencintai tanah air dan bangsa", ungkap Hartind usai membuka Diklat Bela Negara oleh karyawan Bank BNI di Semarang, Sabtu (21/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Bank BNI adalah Bank BUMN pertama yang mengikutkan para pegawainya untuk ikut program Bela Negara. Pegawai yang diikutkan diawali dari yang pejabat."BNI sudah 2 kali mengikutkan pegawainya dalam bela negara. Sudah sekitar 200 orang pegawai yang ikut", kata Kepala Divisi Pengelolaan Jaringan BNI Iwan Abdi. (pit)