Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Komisaris Besar Agung Setya. Jika tersangka memenuhi panggilan, maka pemeriksaan ini akan jadi kali pertama baginya, yakni Ferialdy Noerlan.
Ferialdy diketahui menjabat sebagai Direktur Teknik PT Pelindo II yang dipimpin Direktur Utama Richard Joost Lino. "Dia yang mengurus pengadaan barang dan jasa, dia yang bertanggung jawab," kata Agung kepada CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal itu, Agung menyatakan yakin ada unsur pidana di balik proyek pengadaan 10 mobile crane tersebut. "Yang menentukan unsur pidana itu penyidik, bukan yang lain.”
Setelah diselidiki, ternyata pelabuhan-pelabuhan yang berada di berbagai daerah di Indonesia itu tidak membutuhkannya. Oleh karena itu polisi menduga ada motif korupsi di balik proyek tersebut.
Lino mengatakan pengalihan 10 mobile crane tersebut dilakukan karena ada perubahan kebutuhan perusahaan. Selain itu, dia juga menyebut semua alat berat itu tidak mangkrak seperti yang diduga penyidik.