Jika sesuai rencana, satu helikopter buatan perusahaan gabungan Inggris-Italia yang bermarkas di Italia itu akan tiba di Jakarta pada Maret atau April 2016.
"Satu helikopter sebenarnya sudah siap dikirim. Tinggal dibayar, lalu akan dikirim (ke Indonesia)," ujar Dwi kepada CNN Indonesia, Senin (23/11). (Simak Fokus: HELIKOPTER UNTUK PRESIDEN)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AgustaWestland AW101 itu bakal menggantikan kerja helikopter Super Puma TNI yang usia pakainya kini telah mencapai 25 tahun sehingga mengabaikan faktor keselamatan pengguna jika tak segera diganti.
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsma Umar Sugeng, mengatakan pesawat yang dioperasionalkan Skuadron Udara 45 merupakan jenis helikopter atau rotary wing aircraft. Skuadron inilah yang bakal mengoperasikan helikopter VVIP AgustaWestland AW101.
Di Halim, terdapat pula Skuadron Udara 17 yang memiliki tugas serupa dengan Skuadron 45. "Keduanya merupakan Skadron VVIP atau VIP," kata Umar. Bedanya, Skuadron Udara 17 mengoperasikan pesawat angkut.
Bukan permintaan Jokowi
TNI meminta publik tak salah persepsi mengenai pengadaan helikopter VVIP antipeluru tersebut. Helikopter tersebut, kata Dwi, bukan dibeli atas permintaan Presiden Jokowi.
Rencana pembelian helikopter VVIP sudah dicanangkan TNI sebelum Presiden Jokowi mengucapkan sumpah jabatan pada pelantikannya sebagai Presiden RI pada Oktober 2014 lalu.
"Pembelian itu masuk dalam Rencana Strategi TNI AU periode 2015-2019," kata Dwi.
Saat ini perakitan satu helikopter AgustaWestland AW101 yang dipesan TNI telah mencapai tahap akhir. Sebelum pembayaran dan pengiriman, TNI AU akan menerbangkan sejumlah pilot dan teknisi dari Skuadron Udara 45 ke pabrik AgustaWestland untuk mempelajari cara kerja AW101.
Setibanya di Halim Perdanakusuma, helikopter AgustaWesland AW101 itu akan diserahkan kepada Skuadron Udara 45.
Biaya pemeliharaan helikopter akan ditanggung oleh Kementerian Sekretariat Negara, sedangkan anggaran pembeliannya ditanggung TNI AU.
TNI tak hanya menggelar pengadaan helikopter VVIP, tapi juga helikopter serbu dan helikopter antikapal selam. Seluruh pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) itu masuk Rencana Strategi TNI 2015-2019.