Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama mengatakan demonstrasi tersebut dilatarbelakangi oleh penolakan warga atas dibangunnya tambang emas di Tumpang Pitu.
Namun, sejauh ini pihak kepolisian tidak bisa menutup tambang tersebut karena semua izin yang dimiliki perusahaan terkait, yakni PT BSI, sudah sesuai prosedur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir dari Antara, berdasarkan pantauan di lapangan, situasi di sekitar lokasi penambangan emas di Tumpang Pitu hingga Rabu (25/11) malam masih mencekam.
Lihat juga:Polisi Masih Jaga Rumah Aktivis Antitambang |
Selain korban dari pihak warga, Bastoni mengatakan ada satu anggota Polres Banyuwangi yang juga terluka akibat lemparan batu para pengunjuk rasa hingga harus mendapat perawatan di klinik PT BSI. Beberapa anggota lainnya, ujarnya, juga terkena pukulan batu warga.
Bentrok tersebut bermula, kata Bastoni, ketika warga melakukan tindak anarkis dengan membakar kendaraan penambang, kantor pengamanan dan camp milik PT BSI.