“Pesawat itu (Be-200) bisa untuk pemadam kebakaran dan SAR (search and rescue), surveillance (pemantauan). Pokoknya multifungsi,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna di Jakarta.
Niat TNI membeli Be-200 menguat melihat kebakaran hutan besar yang melanda Sumatra dan Kalimantan belum lama ini. Kebakaran itu berlangsung sekitar enam bulan, menyebabkan bencana kabut asap parah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal rencana Indonesia membeli pesawat pemadam sebelumnya juga pernah dikemukakan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
TNI AU mendapat alokasi anggaran US$3,1 miliar atau sekitar Rp41 triliun untuk modernisasi alat utama sistem senjatanya selama periode 2015-2019.
Dengan anggaran itu, TNI AU melakukan modernisasi alat utama sistem senjata besar-besaran. Selain empat unit pesawat amfibi pemadam, TNI juga akan membeli tiga unit helikopter VVIP, 12 unit jet tempur Sukhoi Su-35, helikopter serbu, dan helikopter antikapal selam.