Ahok, sapaan Basuki, mengatakan bahwa orang-orang yang nanti akan dicopot dari jabatannya telah melakukan kesalahan dalam menyusun anggaran 2015 tapi masih mengulangnya saat menyusun untuk 2016.
"Jadi mereka menyusun anggaran tidak masuk akal, sudah dinasihati tapi masih tetap ngeyel," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (27/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kadang orang baik itu tidak bisa mengatur anak buahnya, jadi kami bantu dengan memotong eselon tiga dan eselon empat," kata Ahok.
"Ada eselon dua, tiga, dan empat. Untuk alasannya nanti saja saya jelaskan," ujarnya.
Sebelumnya dua kepala dinas sudah menyatakan kesiapannya jika nanti memang mereka yang nyatanya akan dicopot dari jabatannya. Keduanya adalah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purba Hutapea serta Kepala Dinas Pendidikan Arie Budhiman.
Dihubungi tadi malam, Kamis (26/11), Purba lebih memilih untuk menyerahkan segala keputusan kepada Ahok selaku gubernur.
"Orang yang tepat untuk ditanya adalah Pak Ahok (sapaan Basuki). Apalah saya ini," kata Purba.
"Tuhan maha mengetahui dan jabatan adalah amanah, ada saatnya kemarau dan hujan," katanya.
Sementara Arie, meski belum ada kejelasan mengenai siapa kepala dinas yang akan dicopot, seakan sudah siap jika besok dirinya yang akan dicopot.
"Mutasi itu bagian dari sistem karir di sebuah organisasi, menurut saya itu hal yang biasa," kata Arie saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (26/11).