Angkatan yang memiliki slogan Swa Bhuwana Paksa atau Sayap Pelindung Tanah Airku itu telah menyusun daftar belanja alutsista. Di dalamnya termasuk 12 unit jet tempur siluman Sukhoi Su-35 buatan Rusia, empat unit pesawat pemadam Beriev Be-200 buatan Rusia, dan tiga unit helikopter VVIP AgustaWestland AW101 buatan Italia-Inggris.
Pengadaan Sukhoi Su-35 sebagai pengganti skuadron F-5 Tiger yang telah uzur, menurut Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna, telah disetujui oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait helikopter AW101, satu unit telah dipesan tahun lalu dan akan tiba di Indonesia tahun depan. Hingga akhir 2019, TNI AU berencana membeli total tiga unit AW101 sebagai kendaraan operasional presiden, wakil presiden, pejabat penting negara, dan tamu-tamu negara.
TNI AU juga memasukkan pesawat angkut berat C-130 Hercules buatan Lockheed Martin Amerika Serikat ke dalam daftar belanja.
Radar pun akan dibeli karena saat ini Indonesia masih kekurangan radar untuk memantau wilayahnya yang terlampau luas. “Kami perlu radar untuk memenuhi blind spot yang ada saat ini," ujar Agus.
Lihat juga:Ramai Penyusup di Angkasa Garuda |
Kondisi tersebut, menurut mantan Panglima Kohanudnas yang kini menjabat sebagai Wakil KSAU, Marsekal Madya Hadiyan Sumintaatmadja, berpotensi melemahkan pengawasan TNI AU terhadap pesawat asing yang melanggar wilayah udara Indonesia.
Berbagai alutsista itu masih belum semua. TNI AU juga berencana membeli helikopter serbu dan helikopter antikapal selam untuk memperkuat armadanya.
Menurut KSAU, modernisasi alutsista akan dipacu mulai tahun depan dengan tujuan utama untuk meningkatkan pengamanan di seluruh wilayah Indonesia.
Lihat juga:Anggaran Emas Legiun Penopang Poros Maritim |