Menurut Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Martuani Sormin, selain senjata, pendemo yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) itu juga diketahui membawa bendera bintang kejora.
"Pendemo juga membawa senjata tajam," kata Martuani seperti diberitakan Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi, menurut Krishna hanya akan meminta keterangan dan mendata identitas mahasiswa tersebut.
Tapi ia mengakui ada penyampaian aspirasi sebagai bentuk perayaan ekspresi identitas Papua setiap 1 Desember.
Abido meminta pemerintah pusat memberikan keberasan masyarakat Papua untuk hidup mandiri dengan menentukan hak sendiri sebagai solusi demokrasi rakyat Papua Barat.
Sebelumnya demonstrasi AMP di Bundara Hotel Indonesia berujung rusuh. Bermula dari penggeledahan yang dilakukan petugas pada peserta unjuk rasa.
Belakangan ada peserta yang enggan melepas atribut bintang kejora, simbol perlawanan masyarakat Papua.
Saat itulah mulai ada aksi saling lempar. Polisi sempat melepas beberapa tembakan peluru gas air mata. Massa akhirnya bisa dikendalikan dan diamankan ke Polda Metro Jaya. (sur/antara)