"Ancaman itu selalu ada, tiga bulan yang lalu ada, sekarang juga ada," kata Badrodin di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Selasa (1/12).
Dia mengatakan ancaman itu bisa berupa serangan bersenjata dari kelompok teroris terafiliasi ISIS seperti Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih, Santoso juga belum lama ini mengeluarkan video ancaman serangan terhadap Istana Merdeka dan Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya.
"Hampir semua pihak di negara siaga, tidak hanya Kepolisian. Tempat-tempat seperti bandara juga kami tingkatkan pengamanannya, kami kan antisipasi semaksimal mungkin," kata Badrodin.
Dia mengimbau masyarakat agar selalu waspada terkait ancaman teror yang bisa terjadi kapan saja, di mana saja. Walau demikian, dia meminta publik beraktivitas seperti biasa karena Kepolisian sudah mengantisipasi ancaman itu.
Secara umum, peningkatan pengamanan itu dilakukan tidak hanya karena ada ancaman dari kelompok teroris. Badrodin mengatakan Desember adalah bulan yang penuh padat agenda masyarakat, mulai hari jadi Organisasi Papua Merdeka hari ini, Pemilihan Kepala Daerah Serentak 9 Desember nanti dan Hari Raya Natal 24-25 Desember.
"Tidak hanya karena ISIS tapi juga karena yang lain," kata Badrodin. "Desember banyak momentum atau kalender Kamtibmas yang harus diwaspadai."
(meg)