“Kami terjunkan intelijen untuk menyelidik (AgustaWestland dan dugaan kasus terkaitnya),” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Dwi Badarmanto kepada CNN Indonesia, Rabu (2/12). (Simak Fokus: HELIKOPTER UNTUK PRESIDEN)
AgustaWestland merupakan perusahaan multinasional. Produsen helikopter asal Inggris ini sekarang disubsidi penuh oleh perusahaan Italia, Finmeccanica.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan pembatalan kontrak pembelian saat itu ialah pelanggaran Pakta Integritas Pra-kontrak dan pelanggaran perjanjian oleh AgustaWestland International Ltd. Sebelum dibatalkan sama sekali, kontrak dibekukan lebih dulu pada Februari 2013, setelah muncul dugaan suap US$60 juta terkait pengadaan AW101.
Sebelum itu, Giuseppe Orsi, bos Finmeccanica, ditangkap karena memberikan uang ke Michel untuk menyuap pimpinan Angkatan Udara India agar mengubah spesifikasi helikopter sehingga bisa cocok dengan model helikopter VVIP buatan AgustaWestland.
Apapun, TNI yakin tak salah langkah dengan memesan helikopter dari AgustaWestland. “Dia (AgustaWestland) tidak bermasalah. Saya punya datanya. Itu tidak betul,” kata Dwi.
"Siapa yang buat helikopter ini sudah kami kaji. Kami tidak ada kontak dengan India dan segala macam. Kami langsung ke sana (AgustaWestland). Pesawat yang memenuhi spek yang kami inginkan hanyalah itu (AW101)," ujar Dwi.
Lagipula, kata Dwi, AgustaWestland di India justru bekerja sama dengan perusahaan otomotif besar negara itu, Tata Motors. “Tak mungkin dia dipercaya perusahaan sebesar itu jika berkasus.”
“Tidak akan terjadi kasus-menyuap pengadaan helikopter di Indonesia,” kata Dwi.
Sementara Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan rencana pembelian helikopter VVIP tetap melalui mekanisme kajian di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sebelum pengadaannya diputuskan di Kementerian Pertahanan melalui mekanisme Tim Evaluasi Pengadaan.