Menurut Buwas, sapaan akrab Budi, peningkatan jumlah pemesanan akan diikuti dengan banyaknya narkotika yang dikirim ke Indonesia akhir tahun ini. Namun, ia tidak merinci lebih jauh seberapa besar peningkatan pemesanan narkotika jelang akhir tahun ini.
"Barang (narkotika) belum masuk ke perairan, kami lagi ikuti. Kami kerjasama sama TNI AL. Desember ini pesanan besar, mereka akan kirim barang itu. Sementara akan saya lakukan pencegahan di lautan. Hadiah tahun baru jika berhasil," ujar Buwas, Rabu (2/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, Buwas juga mengungkapkan rencananya untuk menindak pidana semua pengguna narkotika di Indonesia mulai tahun depan.
"Sekarang diberi kesempatan bagi para korban itu melapor saja. Nanti 2016 semua ditangani secara hukum. Kami memutus mata rantai mafia hukum agar tidak jadi permainan. Pengadilan putusannya bagaimana, baru nanti rehabilitasi akan didapatkan meski tidak bebas dari hukuman penjara," ujarnya.
Rehabilitasi akan tetap diberikan BNN kepada para pengguna narkotika di dalam tahanan. Namun, hal yang sama tidak diberikan pada bandar narkotik yang telah diputus mendapat hukuman penjara oleh pengadilan.
"Kalau pengguna atau pecandu nanti tahanannya sendiri karena mereka akan rehabilitasi di lapas itu. Kalau bandar beda lagi, tidak direhabilitasi," katanya. (utd)