"Soal SFS (Siti Fadilah Supari), KPK mau ekspose. Salah satu tersangka korupsi alat kesehatan itu sudah divonis," kata Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Johan Budi Sapto Pribowo.
Johan tak menyebut secara pasti kapan ekspose yang digelar di Gedung KPK, Jakarta, ini akan berlangsung. Jika hasil ekspose menyatakan perkara Siti dapat dilimpahkan dari penyidik ke jaksa, maka berkas dakwaan akan dirumuskan untuk dibacakan saat sidang di pengadilan Tipikor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam amar putusan, Rustam disebut menerima duit dari Masrizal Achmad Syarief karyawan PT Graha Ismaya sebesar Rp4,97 miliar. Dari total duit tersebut, Supari dan Els Mangundap disebut kecipratan. Siti menerima uang panas senilai Rp1,27 miliar sementara Els Mangundap senilai Rp850 juta.
Sementara itu untuk kasus serupa, vonis bui dua tahun dan delapan bulan telah dibacakan majelis hakim Pengadilan Tipikor untuk Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI Mulya A. Hasjmy, Kamis (26/11). Hasjmy merupakan anak buah Siti.
Dalam salinan putusan Hasjmy, nama Siti Fadilah disebut beberapa kali. Putusan tersebut juga dapat digunakan sebagai bukti untuk berkas penyidikan kasus Siti.
Mulya disebut melancarkan korupsi dengan menunjuk langsung perusahaan rekanan tanpa melalui lelang. Mulya atas perintah Siti Fadilah menyetujui pengusulan PT Bhineka Usada Raya (BUR) menjadi perusahaan rekanana yang menggunakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai “bendera”.
Sementara itu, Siti juga terjerat kasus pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan antisipasi kejadian luar biasa masalah kesehatan akibat bencana tahun 2005. Siti disangka menyalahgunakan wewenangnya. (rdk)