Ahok mengaku sudah mengetahui risiko dari keputusannya tersebut seandainya benar-benar dilakukan, yaitu dia bakal kalah di Pilgub 2017, terkait penilaian buruk sebagian masyarakat soal PNS bermental korup.
Namun, bagi Ahok hal tersebut tak menjadi masalah karena tujuan utamanya adalah membuktikan ada PNS Pemprov DKI yang pantas menjadi gubernur atau wakil gubernur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menyatakan kehadirannya dan Joko Widodo di Jakarta pada 2012 lalu seakan ingin membuktikan bahwa masih ada pejabat dan PNS yang sikapnya berbeda dengan stigma di masyarakat.
Ahok pun sudah siap dengan risiko dirinya tidak akan menjadi Gubernur DKI Jakarta di periode selanjutnya seandainya dia benar memilih PNS menjadi pasangannya. Apalagi ditambah adanya pengakuan Ahok yang tidak memiliki basis massa yang kuat.
Jika itu benar terjadi, maka Ahok akan menikmati setiap waktunya sebagai Gubernur DKI Jakarta setidaknya hingga 2017 mendatang.
"Minimal saya hingga Oktober 2017 masih menjadi gubernur dan masih bisa memecat orang-orang," katanya disertai tertawa. (obs)