Namun Ediwan berkata, rencana pengadaan helikopter angkut berat oleh TNI AU tetap akan berjalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seingat saya spesifikasi teknologinya sudah ada, tapi bukan tipe ini (AW-101). Yang saya tahu ini memang VVIP. Kalau angkut berat harus yang lebih besar sepertinya," tuturnya.
Lebih dari itu, menurut Ediwan, pengadaan helikopter angkut berat tertera pada rencana strategis periode lima tahun ke depan. Ia menilai, PT Dirgantara Indonesia sebagai perusahaan milik negara di sektor industri penerbangan belum mampu memproduksi helikopter jenis itu.
"Kalau belum bisa dibuat di Indonesia maka kami akan beli dari luar negeri dengan catatan, harus ada offset, transfer teknologi, local content dan melibatkan industri dalam negeri," katanya.
Ediwan mencontohkan, helikopter angkut berat yang biasa digunakan negara lain adalah jenis Chinook yang diproduksi perusahaan asal Amerika Serikat, Boeing.
Berdasarkan penelusuran CNN Indonesia, TNI AU belum memiliki helikopter Chinook. (obs)