Kepala PVMBG Bromo Ahmad Subhan, Sabtu (5/12), mengatakan pihaknya mencatat telah terjadi gempa tremor amplitudo 3 hingga 18 milimeter, dengan amplitudo dominan 6 milimeter, secara terus menerus.
Terkait peningkatan aktivitas ini, PVMBG menaikkan status Gunung Bromo yang berada di perbatasan Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) sejak Jumat (4/12), pukul 14.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sebaran abu vulkanis dipengaruhi dengan arah angin dan kecepatan angin, sehingga selama enam jam terakhir mengarah ke barat - barat daya, yakni ke Pasuruan dan Malang," paparnya.
"Karena dikhawatirkan kandungan belerang yang pekat akan mengganggu pernapasan dan dikhawatirkan akan terjadi letusan kecil secara tiba tiba dari dalam kawah," katanya menjelaskan.
Walau demikian, masyarakat tidak perlu mengungsi karena jarak aman radius 2,5 kilometer masih berada di kawasan lautan pasir kaldera Gunung Bromo.
"Saya imbau masyarakat di sekitar Gunung Bromo tetap tenang, dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Bromo, namun tetap menjaga kewaspadaan terhadap kejadian erupsi yang menerus dan lebih besar," ujarnya.
Taman Nasional Ditutup
Sementara itu, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup objek wisata kawah Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut menyusul peningkatan aktivitas tersebut.
"Kami menutup kaldera seperti kawah Bromo, lautan pasir berbisik, dan savana dari seluruh aktivitas wisata, karena status Gunung Bromo naik menjadi siaga," bunyi pernyataan pers TNBTS.
Berdasarkan pernyataan itu, keindahan matahari terbit tetap bisa dinikmati dari wilayah Gunung Penanjakan, Bukit Setya dan Bukit Cinta yang merupakan kawasan TNBTS.
Lihat juga:Seribu Rumah Rusak Akibat Gempa 6,2 SR Alor |