Wakil Ketua Baleg Firman Soebagyo menyatakan pimpinan DPR menghendaki rapat paripurna ditunda. Alasannya, banyak anggota dewan yang saat ini berada di daerah untuk mengurusi persiapan Pilkada partainya masing-masing.
Menurut Firman, kekhawatiran tidak terpenuhinya kuorum peserta sidang paripurna tidak bisa dijadikan alasan untuk kembali menunda rapat paripurna. Pimpinan DPR dalam hal ini dinilai tetap perlu membuka paripurna meski nantinya menghasilkan keputusan untuk kembali ditunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paripurna dianggap penting untuk tetap digelar agar menepis tudingan miring publik terhadap kredibilitas pimpinan DPR, terutama berkaitan dengan urusan legislasi. Firman menilai saat ini telah muncul tudingan yang menyebut pimpinan DPR memainkan politik saling kunci dengan menunda gelaran paripurna.
"Kan ada praduga ini dijadikan sandera. Ada yang bilang kaitannya dengan MKD (red: kasus Setya). Ini kan tidak benar. Nanti bisa semakin menimbulkan prasangka yang kuat," ujar Firman.
Lihat juga:Revisi UU KPK Diputuskan Jadi Inisiatif DPR |
Firman berharap rapat paripurna tetap digelar karena perjalanan untuk membahas dua RUU tersebut masih panjang. Tidak ada alasan bagi pimpinan DPR untuk melunta-luntakan pembahasan hasil rapat yang telah disepakati Baleg.
"Jadi sebaiknya paripurna ini diselenggarakan saja. Ini kan baru menyepakati masuk prolegnas. Jalannya masih panjang, dan saya kira tidak ada risiko politiknya," kata Firman. (sip)