"Sampai saat ini, belum ada jurnalis asing yang mendeklarasikan dirinya akan ke Papua. Ini tandanya masih sulit masuk ke Papua," kata Latifah dalam lokakarya internasional bertajuk 'Tortured and Enforced Disappearances in Asia' di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan pengamatan saya, hal ini sudah terjadi sejak tiga tahun lalu. Lembaga Palang Merah Internasional juga harus angkat kaki," katanya.
"Kalau ada kepentingan politik tertentu kan aspirasi orang. Mari ajak bicara supaya tidak muncul kekerasan baru," katanya.
Latifah merupakan aktivis di bidang advokasi yang vokal memperjuangkan keadilan di Papua. Dia meraih penghargaan The Gwangju Human Rigths Award 2015 asal Korea Selatan. Penghargaan itu diterimanya pada 18 Mei lalu.
Penghargaan ini juga pernah diberikan kepada pejuang HAM dan presiden pertama Timor Leste Xanana Gusmau pada 2000 dan pejuang demokrasi dan kebebasan berbicara dan pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi pada 2004. (meg)