"Belum pernah, karena tidak ada dalam sejarah Ketua DPR mengundurkan diri," kata Taufiqulhadi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (17/12).
Menurutnya, hanya ada tiga pemimpin di Indonesia yang mengundurkan diri dalam sejarah Indonesia, yakni Presiden Indonesia pertama Soekarno, Presiden Indonesia ke-2 Soeharto dan terakhir Setya Novanto.
Terlebih saat Setya mengundurkan diri, belum ada amar putusan dari perkaranya yang dikeluarkan Mahkamah Kehormatan Dewan. Dengan begitu Setya tercatat paling singkat menjadi Ketua DPR, meski telah lama malang melintang di dunia politik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait MKD yang tidak mengeluarkan amar putusan perkara Setya, Taufiqulhadi menilai hal tersebut merupakan bentuk dinamika politik. Meski, menurutnya, MKD semestinya menutup perkara Setya dengan amar putusan.
Ketua Fraksi Partai Hanura, Nurdin Tampubolon juga mengatakan bahwa baru pertama kali tercatat seorang Ketua DPR mengundurkan diri melalui proses di MKD.
"Dalam sejarah belum pernah kalau berhenti dari jabatannya di MKD. Ini pertama kali dalam sejarah," ucap Nurdin.
Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono berpendapat serupa. Agung hanya tertawa saat ditanyakan Setya mencatatkan sejarah menjadi Ketua DPR yang menjalani periode tersingkat dalam masa tugasnya.
Sepengetahuannya, sejak zaman orde baru hingga saat dirinya menjabat, Ketua DPR selalu menuntaskan masa jabatannya selama satu periode kepemimpinan.
"Setau saya belum pernah (Ketua DPR mundur). Sejak orde baru tidak ada, sebelumnya juga tidak pernah mendengar. Semuanya satu periode. Alhamdulillah saya pun satu periode," kata Agung di kediamannya. (sur)