"Potensi ancaman teror selalu kami tenpatkan di urutan pertama, karena itu ancaman yang bisa setiap saat terjadi," kata Badrodin di Markas Besar Polri, Jakarta, Kamis (17/12).
Dia mengatakan aparat keamanan dan masyarakat tidak boleh lengah dalam menghadapi ancaman teror. Kelengahan bisa berujung pada terjadinya aksi terorisme.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain potensi ancaman teror, Badrodin juga mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban seperti balap liar dan pesta miras. Gangguan itu, kata dia, biasa terjadi pada pergantian tahun.
"Kami harus siapkan pengamanan, kami selalu antisipasi," kata Badrodin.
Secara keseluruhan, kata dia, Polri sudah menyiapkan sekitar 80 ribu personel pengamanan. TNI pun sudah menyiapkan sekitar 70 ribu personel untuk membantu mengamankan. (rdk)